— Pusaka Arsitektur Sunda dalam setiap garis atap — Berlangganan Kabar
Tentang Kami

Merawat Ingatan tentang Rumah, Tanah, dan Leluhur

Badak Heuay adalah platform editorial independen yang berdiri sejak 2024 untuk merayakan dan mendokumentasikan arsitektur vernakular Nusantara — khususnya kekayaan rumah adat dari Tatar Sunda.

Setiap kali sebuah rumah panggung tua dirobohkan untuk diganti dinding bata, kita tidak hanya kehilangan bangunan — kita kehilangan satu cara pandang. Kita kehilangan cerita tentang bagaimana leluhur kita membaca angin, menyiasati hujan, dan memuliakan tamu yang datang. Badak Heuay lahir dari keinginan sederhana untuk tidak melupakan semua itu.

Nama "Badak Heuay" sendiri diambil dari salah satu rumah adat Sunda paling khas — imah badak heuay, rumah dengan atap yang konon menyerupai badak yang sedang menguap. Ia kami pilih bukan karena yang paling megah, melainkan karena sebagai sebuah nama, ia mengingatkan kita pada hal yang penting: bahwa para tukang dahulu menamai rumah dengan kelembutan, dengan kehumoran, dengan rasa hormat pada makhluk hidup.

Sejak diluncurkan, kami telah menerbitkan lebih dari 40 esai, mengunjungi 14 desa adat di Jawa Barat dan Banten, serta merancang program kolaborasi dengan komunitas-komunitas pelestari di Kasepuhan Ciptagelar, Kampung Naga, dan Kanekes. Semua artikel dapat diakses gratis — karena kami percaya pengetahuan tentang akar tidak boleh dipagari.

Tiga Hal yang Kami Yakini

Prinsip kerja redaksi Badak Heuay

01

Akurasi dengan Hati

Setiap esai melalui proses riset lapangan, wawancara dengan tukang atau penghulu adat, dan verifikasi referensi pustaka. Tapi kami tidak pernah menulis sekadar untuk membuktikan, melainkan untuk merayakan.

02

Hormat pada Komunitas

Kami tidak datang ke desa adat untuk "mengeksotiskan". Setiap kolaborasi disertai persetujuan komunitas, dan sebagian pendapatan merchandise kami kembalikan untuk program pelestarian rumah tua.

03

Akses untuk Semua

Tidak ada paywall, tidak ada iklan invasif. Pengetahuan tentang akar budaya kita semestinya menjadi milik bersama — bisa dibaca anak SMP maupun peneliti tamu dari luar negeri.

Tim Kecil di Balik Layar

Tiga manusia, satu cangkir kopi, banyak rumah tua untuk dikunjungi

Raden Adipati Suryakusumah

Raden Adipati Suryakusumah

Pemimpin Redaksi

Arsitek lulusan ITB yang menghabiskan dekade terakhir mendokumentasikan rumah panggung di Pakidulan. Menulis dengan keyakinan bahwa setiap atap adalah doa.

Nyi Larasati Pringgodani

Nyi Larasati Pringgodani

Direktur Riset

Antropolog yang lebih sering tersesat di lorong kampung daripada di rak perpustakaan. Kontributor untuk seri esai "Perempuan dan Dapur Tradisional".

Abah Karna Wijayakusumah

Abah Karna Wijayakusumah

Dewan Penasihat

Tukang generasi keempat dari Kampung Naga. Ia bukan menulis untuk kami — kami yang belajar menulis lebih tepat setiap kali mendengar ia bercerita.

Dapatkan Kabar dari Rumah-Rumah Tua

Berlangganan kabar mingguan kami — kisah arsitektur Nusantara, profil desa adat, dan inspirasi rumah yang berakar pada tempatnya. Gratis, dikirim setiap Jumat sore.